Politisi Gerindra Habiburokhman 'Stress' Dan Tidak Akan Terjun Dari Monas
Kamis, 09 Juni 2016
Edit
![]() |
| Habiburokhman stress ditanya tentang janjinya untuk terjun dari Monas. Photo by Brilio.net. |
Benteng NKRI, Jakarta. Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra,
Habiburokhman, pada akhir Februari 2016 pernah sesumbar akan terjun dari Monas
apabila Teman Ahok mampu mengumpulkan 1 juta KTP dukungan untuk Ahok.
Sampai dengan hari ini, Kamis (9/6/2016), Teman Ahok telah
mampu mengumpulkan KTP dukungan Ahok sebanyak 950.929 buah. Ini berarti bahwa Teman
Ahok hanya memerlukan 49.071 buah KTP untuk membantu Habiburokhman mewujudkan janjinya kepada
seluruh warga DKI.
Lalu bagaimana seandainya Teman Ahok benar-benar mampu
mengumpulkan 1 juta KTP? Berikut ini adalah dua skenario yang sangat mungkin akan
terjadi.
Pertama, yang sudah pasti Habiburokhman tidak akan memenuhi
janjinya untuk terjun dari Monas. Karena kalau dia benar-benar terjun dari
Monas, niscaya dia akan mengingkari kodratnya sebagai seorang politisi, yang kebanyakan memang suka ingkar
janji.
Nampaknya Habiburokhman belajar dari politisi-politisi
lainnya mengenai ingkar janji ini. Sebelumnya, Amin Rais tidak memenuhi
janjinya untuk berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta apabila Prabowo kalah
dalam Pilpres 2014. Ahmad Dani juga tidak memenuhi janjinya untuk memotong alat
kelaminnya apabila Prabowo kalah dalam Pilpres tersebut.
Kedua, Habiburokhman akan menjelaskan alasannya tidak terjun
dari Monas dengan gaya bahasa khas politisi: berbelit-belit dan tidak terus
terang. Mungkin dia akan mengatakan bahwa ungkapan ‘terjun dari Monas’ hanyalah
suatu kiasan saja.
Lalu mengapa Habiburokhman berani sesumbar untuk terjun dari
Monas? Apakah dia serius ketika mengucapkan sesumbarnya tersebut?
Habiburokhman tidak serius sama sekali ketika dia menyatakan
akan terjun dari Monas. Sebab pada dasarnya Habiburokhman hanya sedang mencari
panggung bagi dirinya.
Habiburokhman tahu bahwa Ahok merupakan seorang figur yang
terkenal sedangkan Habiburokhman bukanlah siapa-siapa. Maka, satu-satunya cara
untuk membuat dirinya terkenal adalah dengan menumpang ketenaran Ahok.
Lalu bagaimana warga DKI harus menanggapi sikap Habiburokhman yang tidak konsisten dan sifatnya yang suka ingkar janji itu?
Sebaiknya warga DKI cukup memandang Habiburokhman sebagai
politisi stress karena kalah tenar dari Ahok.
Stressnya Habiburokhman ini nampak nyata
dalam kekesalannya ketika dulu wartawan menanyakan janjinya untuk terjun dari
Monas pada hari Rabu (30/3/2016).
"Apa yang ada di Twitter saya, Anda baca aja.
Sudah baca belum? Dari (media) mana sih, bolak-balik itu terus," kata
Habiburokhman dengan nada ketus, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (BNKRI-069).
